UAS Pengantar Ilmu Komunikasi

PERTANYAAN:

  1. Teori-teori komunikasi antar pribadi umumnya memfokuskan pada bentuk-bentuk dan sifat Hubungan (relationships), Percakapan(discourse), Interaksi (interacton) dan Karakteristik (Charateristics) sang komunikator. Jelaskan dan berikan 5 contoh!
  2. Dalam teori Ilmu Komunikasi terdapat fungsi utama bahasa yang dapat dipakai sebagai pedoman di dalam tindakan manusia, di antaranya adalah fungsi Pribadi, Kontrol, Referensial, Imajinatif, dan Manajemen identitas. Jelaskan dan berikan contoh!
  3. Sebutkan 5 contoh konflik organisasi dalam perusahaan dan bagaimana cara penyelesaiannya.

    Konflik dengan siapa ?

    – Konflik vertikal, terjadi kepada atasan dan bawahan
    – Konflik Horizontal, terjadi kepada teman kerja pada lini dan posisi yang sejajar.

 

JAWABAN:

  1. Dalam kehidupan Sosial Ilmu Komunikasi terjadi adanya interaksi sosial secara indukatif yang berlatar belakang budaya, bahasa, ideologi, politik, tingkat perkembangan ekonomi dan sebagainya. Teori-teori Komunikasi antar pribadi yang ada umunya memfokuskan pengamatannya pada bentuk-bentuk dan sifat seperti Hubungan (Relationships), Percakapan (Discourse), Interaksi dan Karakteristik Komunikator. Berikut adalah penjabarannya:
  • Hubungan ( Relationship )
    Secara garis besarnya sebuah hubungan adalah salah satu faktor yang bepengaruh dalam terjadinya komunikasi secara lebih membatin. Hal ini dikarenakan suatu hubungan biasanya memiliki sifat yang intim atau sangat dekat. Sederhananya suatu hubungan dapat menentukan tingkat kedekatan dan kenyamanan dalam berinteraksi satu dengan yang lainnya. Contoh nyatanya, seperti posisi kita yang memiliki hubungan keluarga dengan orang tua, tentu saja kita akan merasa lebih nyaman untuk berkomunikasi dengan mereka dan biasanya membuat kita berkomunikasi dengan nyaman dan lebih terbuka.
  • Percakapan (Discourse)
    Dalam interaksi Sosial suatu proses berkomuniasi secara sederhana dilakukan melalui suatu percakapan. Meskipun caranya memang sederhana, bercakap-cakap dapat menghasilkan banyak informasi, tergantung dengan siapa kita bercakap-cakap. Contohnya, pada saat kita melakukan percakapan dengan seseorang yang lebih tua dari kita seperti senior di kantor ataupun orang tua kita sendiri, biasanya banyak informasi yang akan kita dapatkan hanya melalui percakapan. Biasanya mereka akan bercerita mengenai pelajaran hidup yang pernah mereka alami sebelumnya.
  • Interaksi
    Interaksi lebih mengarah terhadap jenis tindakan yang kita lakukan dalam penyampaian makna dalam lingkungan mereka. Dalam berkomunikasi, manusia butuh orang lain atau suatu kelompok untuk melakukan interaksi. Interaksi yang afektif adalah suatu interaksi yang bersifat two way communication atau komunikasi dua arah atau komunikasi timbal-balik. Contoh interaksi dalam suatu komunikasi adalah pemanfaatan gerakan jari tangan yang dilakukan oleh seorang tunarungu kepada tunarungu yang lain. Mereka saling berinteraksi bertukar informasi dengan menggunakan gerakan tangan membentuk symbol-simbol tertentu dan biasanya hanya kelompok tersebut saja yang mengerti.
  • Karakteristik
    Karakteristik mengacu pada gambaran diri seorang Komunikator di mana ciri khas sangatlah diperlukan oleh seorang Komunikator untuk menarik perhatian lawan bicaranya.
  1. Fungsi Penerapan Bahasa Dalam Kehidupan sehari-hari:
  • Fungsi Pribadi adalah fungsi-fungsi komunikasi yang ditunjukkan melalui perilaku komunikasi yang bersumber dari seorang individu. Pemilihan bahasa yang digunakan oleh seseorang sangat berpengaruh terhadap suasana hati/emosi yang dirasakan oleh orang tersebut.
  • Fungsi Kontrol adalah sebagai cara untuk mengetahui apakah orang lain tetap sesuai pada jalur yang di tetapkan oleh kita atau tidak, dan juga mengetahui bagaimana keadaan orang lain sehingga kita bisa memutuskan sesuatu yang sesuai dengan keadaan orang tersebut.
  • Fungsi Refensial berfungsi untuk membicarakan objek atau peristiwa yang ada disekeliling penutur atau yang ada dalam budaya pada umumnya. Fungsi referensial ini yang melahirkan paham tradisional bahwa bahasa itu adalah alat untuk menyatakan pikiran, untuk menyatakan bagaimana si penutur tentang dunia di sekelilingnya.
  • Fungsi Imajinatif, berfungsi dalam melayani daya cipta imajinasi dan gagasan. Bercerita, menulis cerpen atau puisi, melawak dan juga menghayal merupakan bentuk-bentuk fungsi imajinatif bahasa.
  • Fungsi Manajemen Identitas adalah bahasa sebagai lambang dan identitas seseorang, organisasi bahkan sebuah bangsa. Dengan adanya bahasa sebagai manajemen identitas ini, seseorang atau organisasi dan bangsa dapat membuat mereka menjadi terlihat beda di antara yang lainnya dengan memiliki ciri khas yang berbeda.

 

  1. Konflik Dalam Komunikasi

    Konflik dapat berupa perselisihan (Disagreement), adanya ketegangan (the presence of tension), atau munculnya kesulitan-kesulitan lain di antara dua pihak atau lebih. Konflik sering menimbulkan sikap oposisi antara kedua belah pihak, sampai kepada tahap di mana pihak-pihak yang terlibat memandang satu sama lain sebagai penghalang dan pengganggu tercapainya kebutuhan dan tujuan masing-masing. Subtantive conflicts merupakan perselisihan yang berkaitan dengan tujuan kelompok, pengalokasian sumber daya dalam suatu organisasi, distribusi kebijaksanaan dan prosedur, dan pembagian jabatan pekerjaan. Berikut adalah beberapa jenis-jenis konflik yang kerap terjadi dalam perusahaan:

 

  • KONFLIK BATIN ( KONFLIK DALAM DIRI INDIVIDU )

    Konflik dalam diri individu, yang terjadi bila seorang individu menghadapi ketidakpastian tentang pekerjaan yang dia harapkan untuk melaksanakannya. Bila berbagai permintaan pekerjaan saling bertentangan, atau bila individu diharapkan untuk melakukan lebih dari kemampuannya. Cara mengatasi konflik seperti ini biasanya adalah dengan sharing dengan sesama rekan kerja.

  • KONFLIK ANTAR INDIVIDU ( KONFLIK HORIZONTAL )

    Adalah suatu permasalahan yang terjadi antara satu karyawan dengan yang lainnya dan biasanya hal ini disebabkan oleh suatu perebutan jabatan atau promosi dari pihak perusahaan. Masing-masing pegawai tersebut mulai saling menjatuhkan satu sama lain. Hal tersebut dapat berpengaruh lama kelamaan pun akhirnya dapat berpengaruh buruk bagi perusahaan.

  • KONFLIK ANTAR INDIVIDU DENGAN KELOMPOK / DIVISI

    Adalah sesuatu yang berhubungan dengan cara individu menanggapi tekanan untuk keseragaman yang dipaksakan oleh kelompok kerja mereka. Sebagai contoh, seorang individu mungkin dihukum atau diasingkan oleh kelompok kerjanya karena melanggar norma – norma kelompok.

  • KONFLIK ANTAR KELOMPOK DALAM SATU ORGANISASI

    Biasanya konflik ini terjadi karena pertentangan kepentingan antar kelompokatau antar organisasi. Contohnya apabila suatu penjualan produk dalam suatu perusahaan mengalami penurunan, divisi Marketing dan Divisi Advertising saling menyalahkan satu sama lainnya.

  • KONFLIK ANTAR ORGANISASI / PERUSAHAAN

    Salah satu contoh kasus yang masih sangat hangat saat ini tentang konflik antar perusahaan adalah konflik antara Samsung VS Apple mengenai masalah hak paten. Dan update terbaru mengenai kasus ini akhirnya dimenangkan oleh Apple dan Samsung harus membayar denda yang cukup banyak atas pelanggaran hak paten tersebut. Dari kasus ini bisa kita liat konflik antar 2 perusahaan pun bisa sampai ke ranah hukum jika salah satu pihak tidak berhati-hati dalam menghadapi persaingan bisnis dengan perusahaan saingannya.

UTS Ilmu Pengantar Komunikasi (+jawaban)

PERTANYAAN:

  1. Bagaimana komunikasi itu terjadi, ceritakan bagaimana usaha seseorang yang hidup sendiri di hutan dan memerlukan bantuan orang lain. Sebuah cerita tentang seseorang yang mendorong batu besar namun tidak bisa mendorong batu itu karena tenaganya terbatas, lalu meminta bantuan orang lain.
  2. Berikan contoh nyata sebagai aplikasi dari 7 Tradisi Komunikasi menurut Steven W. Littlejohn.
  3. Ceritakan Model Communication menurut Lasswell beserta contoh dan penjelasan setiap tahap.
  4. Jelaskan apa korelasi “Komunikasi, Teknologi, Globalisasi dan Budaya”.
  5. Jelaskan apa itu Presepsi menurut pengertian teori-teori para pakar dan bandingkan dengan apa yang dimaksud oleh MRG di Kelas tentang kesimpulannya tentang Presepsi itu sendiri.

JAWABAN:

  1. PROSES TERJADINYA KOMUNIKASI

Pada awalnya kata komunikasi sendiri berasal dari bahasa Romawi yang pada waktu itu lebih disebut sebagai retorika yaitu cara menyampaikan sesuatu dengan meyakinkan audience, biasanya retorika digunakan oleh orang2 Yunani dlam menyampaikan persebaran agamannya dan hal ini membuktikan adanya fakta intlektualitas yang berkembang pada masa tersebut, sudah ada dan berkembang sejak zaman mesis namun berkmbang secara sistematis pada masa Yunani.

Aristoteles mebagi retoris (orang yang ahli dala beretorika) kedalam tiga bagian :

  • Ethos: kredbilitas nara sumber.
  • Pathos: Emosi dan perasaannya.
  • Logos: apa yang dikatakan/sampaikan haruslah sesuai dengan fakta yang ada.

­Ilmu komunikasi sediri mengalami pengabungan (konsolidasi) menjdi sebuah ilmu multidisipliner (terdiri dari berbagai macam ilmu pengetahuan) yaitu pada era setelah prang dunia II hingga era 1960 an, sebagai ilm sosial, komunikasi memiliki ciri2 sebagai kristalisasi yaitu yang dimana unsur-unsur yang ada dalam bidang komunikasi diambil dan diserap dari ilmu2 lain serta adanya pembendaharaan kata, tidak hnya itu pada era tersebut juga muncul buku2 yang berkenaan dengan ilmu komunikasi. Seiring dengan perkbmangan zaman, komunikasi mengalami perkembangan pesat khususnya dalam perkembangan tekhnologi komunikasi yaitu di era 1960 hingga saat ini, dimana periode ini disebut sebagai take off periode atau periode tinggal landas.

Cerita Mendorong Batu.

Pada suatu hari ada seorang laki-laki yang menetap di hutan dan ia sedang berusaha memindahkan sebuah batu besar, ia berusaha dengan sekuat tenaga namun tetap saja ia gagal untuk memindahkan batu besar tersebut. Pada saat yang pas, lewatlah seseorang yang nampak dirinya sama seperti dirinya sendiri. Ia mulai berpikir mungkin orang itu dapat membantu dirinya. Ia mulai mencari cara bagaimana caranya supaya orang itu menghampiri dirinya. Ia pun mulai menggerakkan tangannya seperti memanggil, lalu datanglah orang itu menghampirinya. Setelah orang tersebut menghampiri dirinya, iapun memberikan bahasa isyarat kepada orang tersebut untuk bersama mendorong batu besar itu. Setelah berapa lama akhirnya orang tersebut pun mengerti akan bahasa isyarat yang ia sampaikan dan mereka pun bekerja sama untuk mendorong batu besar tersebut dan akhirnya batu besar itu dapat berpindah..
Mereka mereka sangat senang karena tujuan mereka tercapai. Kemudian mereka berdua duduk bersama beristirahat, saling mencoba mengerti satu-sama lain sampai pada akhirnya mereka berdua membuat suatu kesepakatan di mana mereka saling berjanji untuk membawa keluarga masing-masing untuk hidup bersama pada suatu tempat. Kesepakatan itu pun terealisasi, mereka hidup bersama menetap pada satu wilayah, dan dengan berjalannya waktu mulai tercipta tradisi atau budaya baru seperti bahasa dan gerak tubuh. Selain itu mereka juga menciptakan keturunan sehingga terciptalah sebuah Komunitas Budaya yang baru atau Social Culture.

  1. 7 Tradisi Komunikasi menurut Steven W. Littlejohn

TRADISI SOSIO-PSIKOLOGI

Teori ini berfokus pada perilaku sosial individu, kepribadian dan sifat, persepsi dan juga kognisi. Tradisi ini memfokuskan diri dari bentuk-bentuk interaksi antar manusia daripada karakteristik individu atau model mental. Interaksi merupakan proses dan tempat makna, peran, peraturran, serta nilai budaya yang dijalankan. Meskipun individu memproses informasi secara kognitif.

Keragaman dalam Tradisi Sosiokultural

Sosikultural memiliki beragam sudut pandang yang berpengaruh : paham interaksi simbolis (symbolic interactionism), sosiolinguistik, filisofi bahasa, etnografi dan etnometodelogi. Hal yang terpenting dalam tradisi ini adalah bahwa manusia menggunakan bahasa secara berbeda dalam kelompok budaya dan kelompok sosial yang berbeda pula. Bukan hanya media netral untuk menghubungkan manusia, bahasa juga masuk dalam bentuk yang menentukan jati diri kita sebagai makhluk sosial dan berbudaya

TRADISI SIBERNETIKA

Sibernetika memandang komunikasi sebagai suatu sistem dimana berbagai elemen yang terdapat di dalamnya saling berinteraksi dan saling mempengaruhi. Komunikasi dipahami sebagai sistem yang terdiri dari bagian-bagian atau variabel-variabel yang saling mempengaruhi satu sama lain. Sibernetika digunakan dalam topik-topik tentang diri individu, percakapan, hubungan interpersonal, kelompok, organisasi, media, budaya dan masyarakat.

Contoh fenomena di masyarakat tentang Teori Sibernetika:

“Rakyat Indonesia Dalam Sosiologi Budaya di Indonesia”

Bangsa Indonesia belakangan ini memang mengalami perubahan yang sangat radikal di segala aspek kehidupan. Baik dalam bidang politik, sosial, budaya ataupun bidang ekonomi. Kehidupan masa kini seakan-akan terputus dengan sejarah masa lalu. dimana nilai-nilai ideologi bangsa, sosial, budaya, dan nilai-nilai agama kurang mendapatkan perhatian yang selayaknya, kebinekaan dalam kesatuan mulai memudar, dan pembangunan spiritual serta material belum mencapai tujuan yang diinginkan karena berjalan tersendat-sendat.

Kondisi seperti ini memicu masyarakat untuk bertindak anarkis dalam menampakan antisosial dan antikemapanan, berdemonstrasi dengan cara merusak. Para pejabat menumpuk kekayaan sebanyak-banyaknya untuk kepentingan pribadi dengan cara korupsi atau menyelewengkan amanahnya. Gambaran umum masyarakat Indonesia adalah masyarakat majemuk atau pluralistis. Kemajemukan masyarakat dapat dilihat dari segi horizontal seperti perbedaan etnis, bahasa daerah, agama, dan geografis maupun dari segi vertikal, seperti perbedaan tingkat pendidikan, ekonomi dan tingkat sosial budaya.

Jadi, sebenarnya sumber persoalan buruknya kualitas manusia Indonesia adalah adanya nilai-nilai yaitu sistem nilai budaya yang negatif dan penjajahan yang sangat lama yang dialami bangsa Indonesia–meminjam istilah dari Koentjaraningrat. Sistem nilai budaya itu dihidupi dan dikembangkan oleh manusia, yang menjadi subyek atas perilaku dan tindakannya. Sedangkan untuk membangkitkan mental negara terjajah adalah dengan banyak belajar kepada negara-negara lain yang telah maju, sehingga termotivasi untuk meningkatkan kepribadiannya ke arah yang lebih baik.

TRADISI RETORIKA

Ada enam keistimewaan karakteristik yang berpengaruh pada tradisi komunikasi retorika, yaitu :

  • Sebuah keyakinan yang membedakan manusia dengan hewan dalam kemampuan berbicara,
  • Sebuah kepercayaan diri dalam berbicara didepan umum dalam sebuah forum demokrasi
  • Sebuah keadaan dimana seorang pembicara mencoba mempengaruhi audiens melalui pidato persuasif yang jelas.
  • Pelatihan kecakapan berpidato adalah landasan dasar pendidikan kepemimpinan.
  • Sebuah tekanan pada kekuasaan dan keindahan bahasa untuk merubah emosi orang dan menggerakkannya dalam aksi..
  • Pidato persuasi adalah bidang wewenang dari laki-laki.

Contoh yang sangat nyata daripada tradisi Retorika adalah pidato yang dilakukan oleh Ir Soekarno “Ganyang Malaysia” yang dilakukan pada 20 Januari 1963. Pada saat itu Indonesia mengambil sikap untuk bermusuhan dengan Malaysia. Pidato ini dilakukan oleh Ir Soekarno untuk membalas gerakan Anti-Indonesia yang pada saat ini dituangkan dengan menginjak-injak lambang Negara Indonesia, Garuda.

Pada saat itu Ir Soekarno melakukan pidato Ganyang Malaysia dengan sangat berapi-api, sehingga membangkitkan semangat Patriotisme. Berikut sedikit kutipan pidato Ganyang Malaysia yang dilakukan oleh Ir Soekarno:

………. Doakan aku, aku kan berangkat ke medan juang sebagai patriot Bangsa, sebagai martir Bangsa dan sebagai peluru Bangsa yang tak mau diinjak-injak harga dirinya. Serukan serukan keseluruh pelosok negeri bahwa kita akan bersatu untuk melawan kehinaan ini kita akan membalas perlakuan ini dan kita tunjukkan bahwa kita masih memiliki Gigi yang kuat dan kita juga masih memiliki martabat. Yoo…ayoo… kita… Ganjang…Ganjang… Malaysia Ganjang… Malaysia Bulatkan tekad Semangat kita badja Peluru kita banjak Njawa kita banjak Bila perlu satoe-satoe! 

TRADISI SEMIOTIKA

Semiotika adalah ilmu mempelajari tanda. Tanda adalah sesuatu yang dapat memberikan petunjuk atas sesuatu. Kata juga merupakan tanda, akan tetapi jenisnya spesial. Mereka disebut dengan simbol. Banyak teori dari tradisi semiotika yang mencoba menjelaskan dan mengurangi kesalahpahaman yang tercipta karena penggunaan simbol yang bermakna ambigu.

Tradisi Semiotika sendiri dapat diteliti melalui 3 cara penafsiran, yaitu:

  • Semantik       : adalah merujuk pada bagaimana hubungan antara tanda dengan objeknya atau tentang keberadaan akan tanda itu sendiri.
  • Sintaktik        : adalah kajian tentang hubungan antar tanda. Sebuah tanda tidak dapat berdiri sendiri, biasanya dikenal dengan kode.
  • Pragmatik     : adalah melihat bagaimana sebuah tanda membedakan antara satu manusia dengan yang lainnya. Biasanya pemandangan berbeda sesuai dengan latar belakang budayanya.

TRADISI SOSIO-KULTURAL

Pendekatan sosiokultural terhadap teori komunikasi menunjukkan cara pemahaman kita terhadap norma, peran, dan peraturan yang dijalankan secara intensif dalam komunikasi. Tradisi ini memfokuskan diri dari bentuk-bentuk interaksi antar manusia daripada karakteristik individu atau model mental.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa realitas sosiokultural (sosial budaya) merupakan kenyataan-kenyataan atau keadaan sosial budaya yang menempati daerah atau lingkungan sekitar kehidupan masyarakat. Dengan gambaran lebih jelas bahwa realitas sosiokultural adalah keadaan-keadaan sosial budaya yang dapat dilihat dan sering terjadi setiap waktu disekitar kehidupan masyarakat. Untuk mendapatkan gambaran lebih jelas dapat melihat gejala-gejala sosial disekitar tempat tinggal seperti, gejala sosial yang terjadi dipasar, arus mudik setiap lebaran, upacara perkawinan dan pemakaman di sekitar lingkungan masyarakat, urbanisasi, tawuran, penyalahgunaan narkoba, razia pekerja seks komersial (PSK) dan sebagainya.

Kasus diatas adalah realitas sosisal budaya yang masing-masing tampak berdiri sendiri tetapi tanpa disadari bahwa semua kasus tersebut memiliki hubungan keterkaitan antara satu dan lainnya. Hubungan keterkaitan antara unsur-unsur atau kasus-kasus tersebut disebut Sistem Sosial.

TRADISI KRITIS

Tradisi kritis berlawanan dengan banyak asumsi dasar dari tradisi lainnya. Sangat dipengaruhi oleh karya-karya Eropa, feminisme Amerika, dan kajian post-modernisme dan post-kolonialisme. Tradisi ini berkembang pesat dan berpengaruh pada teori komunikasi. Pertama tradisi kritik mencoba memahami sistem yang sudah dianggap benar, struktur kekuatan, dan keyakinan atau ideologi yang mendominasi masyarakat, dengan pandangan tertentu dimana minat-minat disajikan oleh struktur kekuatan tersebut.

Contoh sederhana yang kerap kali kita jumpai adalah debat-debat politik yang sering kita saksikan di layar kaca. Di mana Presenter menyiapkan suatu tema bahasan, dan kemudian topic tersebut akan dijelaskan dengan dua sudut pandang yang berbeda dari masing-masing Narasumber. Masing-masing Narasumber memiliki sudut pandang dan opini yang berbeda, dan biasanya pada debat tersebut masing-masing Narasumber selalu berpikir pendapatnya yang paling benar. Tak jarang penyampaian pendapat melalui debat berakhir dengan suatu argument sengit, yang terkadang menyebabkan perselisihan.

TRADISI FENOMENOLOGI

Istilan phenomenon mengacu pada kemunculan sebuah benda, kejadian atau kondisi yang ia lihat. Oleh karena itu fenomenologi merupakan cara yang digunakan manusia untuk memahami dunia melalui pengalaman langsung.

Contoh yang baru saja disebutkan dapat dikaitkan dengan fenomena yang baru-baru ini terjadi yaitu fenomena baju biru hitam atau putih emas. Baju tersebut merupakan fenomena yang baru-baru saja terjadi dan termasuk kedalam contoh Fenomenologi, karena ada proses persepsi dimana persepsi merupakan salah satu contoh dari Fenomenologi. Kemudian konsep kedua ialah the life world yaitu subyek (manusia) dan obyek selalu berada di dalam dunia kehidupan tertentu.

3.  Model Teori Lasswell

Untuk memahami pengertian komunikasi tersebut sehingga dapat dilancarkan secara efektif dalam Effendy(1994:10) bahwa para peminat komunikasi sering kali mengutip paradigma yang dikemukakan oleh Harold Lasswell dalam karyanya, The Structure and Function of Communication in Society. Lasswell mengatakan bahwa cara yang baik untuk untuk menjelaskan komunikasi ialah dengan menjawab pertanyaan sebagai berikut:Who Says What In Which Channel To Whom With What Effect?

Paradigma Lasswell di atas menunjukkan bahwa komunikasi meliputi lima unsur sebagai jawaban dari pertanyaan yang diajukan itu,yaitu:

  1. Komunikator (siapa yang mengatakan?)
  2. Pesan (mengatakan apa?)
  3. Media (melalui saluran/ channel/media apa?)
  4. Komunikan (kepada siapa?)
  5. Efek (dengan dampak/efek apa?).

Jadi, berdasarkan paradigma Lasswell tersebut, secara sederhana proses komunikasi adalah pihak komunikator membentuk (encode) pesan dan menyampaikannya melalui suatu saluran tertentu kepada pihak penerima yang menimbulkan efek tertentu.

  •     Who (Siapa)

Who atau Siapa yang dimaksud adalah si Komunikator. Si Komunikator memiliki suatu ide dan ketika bergabung dengan suatu Kreativitas, maka akan terjadilah suatu Wujud Komunikasi yang kemudian diaplikasikan melalui faktor-faktor yang lainnya.

  •     What (Apa)

What atau Apa yang ada dalam teori Lasswell adalah isi pesan atau isi dari pesan itu sendiri. Kalo menurut pertemuan kemarin sih, isi dari komunikasi biasanya berasal dari ide-ide yang tematik. Contoh simplenya, kemarin komunikasi terjadi di kelas ketika pelajaran berlangsung membahas teori Lasswell. Ide tematik di sini adalah teori Lasswell.

  •     Which (Media)

Which dalam teori Lasswell adalah Media atau Channel. Media apa yang kita gunakan agar komunikasi dapat terjadi secara maksimal. Kalau dalam model pembelajaran kita, contoh media yang kita gunakan adalah WordPress. Dengan WordPress kita bisa mengekspresikan apa yang ada dalam pemikiran kita melalui tulisan.

  •     Whom (Komunikan/dengan Siapa?)

Salah satu faktor yang penting dalam berkomunikasi adalah dengan siapa kita berkomunikasi. Dalam hal ini, Komunikasi yang baik akan terjadi apabila si Komunikan memiliki akal pemikiran atau logika yang sehat. Apabila si Komunikan memiliki gangguan dengan Logisnya, tentu saja itu menjadi salah satu hambatan dalam penyampaian informasi.

  •     Effect (Dengan dampak/efek apa)

Dalam bagian ini, Effect adalah hasil dari sebuah komunikasi yang terjadi. Pengaplikasiannya adalah melalui Respon.

4.  Korelasi Teknologi, Komunikasi dan Globalisasi dengan Kebudayaan.

Dalam beberapa tahun belakang, era globalisasi memang sudah sangat merebah hingga ke Negara berkembang, termasuk Indonesia. Salah satu bidang yang sangat kita rasakan perkembangannya adalah Teknologi. Teknologi berkembang sangat pesat di Negara berkembang seperti Indonesia. Seperti dapat dilihat contohnya teknologi sudah mulai merambah ke dunia pendidikan dan lapangan pekerjaan.

Dengan kemajuan teknologi yang amat pesat, dan juga didukung dengan respon dari masyarakat yang mau membuka diri dengan kemajuan di teknologi yang ada, kini masyarakat Indonesia menjadi masyarakat yang tidak gaptek lagi alias Gagap Teknologi. Tanpa disadari, kebukaan diri masyarakat terhadap perkembangan teknologi ini menciptakan suatu budaya sadar teknologi. Banyak sekali manfaat yang dapat diambil dari berkembangnya bidang teknologi di Indonesia, salah satu manfaat positif adalah memudahkan kita untuk berkomunikasi. Mungkin dahulu orang tua kita berkomunikasi dengan saudara di kampong melalui surat-menyurat yang memerlukan waktu beberapa hari bahkan minggu agar pesan yang kita kirim sampai kepada saudara kita di kampung halaman. Kini dengan adanya kemajuan teknologi, kita dapat saling berkirim pesan hanya dalam hitungan menit saja.

Kemajuan IPTEK di abad 20-an adalah salah proses awal terciptanya dunia yang tidak mengenal batas ruang, jarak dan waktu yang banyak merubah aspek kehidupan. Proses ini akan meningkatkan suatu efisiensi yang lebih tinggi di setiap aspek kehidupan. Berkembangnya teknologi secara pesat merupakan cikal bakal akan suatu proses Globalisasi. Proses Globalisasi dapat terjadi dengan cepat karena didukung dengan kemajuan teknologi Informasi dan Komunikasi. Informasi dalam bentuk apapun dapat mudah tersebar luas untuk berbagai kepentingan, dan juga dengan mudahnya mempengaruhi daya pandang dan gaya hidup masyarakat suatu bangsa. Dari penjelasan di atas, sangatlah jelas bahwa teknologi, komunikasi serta di tambah dengan masuknya era Globalisasi akan dengan mudah menciptakan suatu budaya baru yang lama kelamaan akan menghilangkan budaya lama yang ada.

Banyak dampak yang dihasilkan dari keterkaitan beberapa aspek di atas, baik yang positif ataupun negatif.

  • Dampak Positif :
  1. Kini berkomunikasi dengan seluruh orang bisa terjadi dengan sangat mudah.
  2. Kita dapat lebih mudah mendapatkan berbagai informasi terbaru dari belahan dunia manapun hanya dengan memalui internet. Internet adalah hal yang sangat berpengaruh dalam kemajuan Globalisasi.
  • Dampak Negatif:
  1. Cyber Crime atau kejahatan pada internet yang marak terjadi akibat penyalah gunaan kemajuan teknologi. Karena semakin tinggi intektual masyaraat tentu beraneka ragam juga kejahatan yang dapat ditimbulkan.
  2. Rusaknya moral masyarakat karena terlalu banyak menerima informasi yang berasal dari Negara-negara yang memiliki budaya yang berbeda dengan bangsa sendiri.

5. Pengertian Persepsi dari Para Ahli.

Persepsi mempunyai sifat subjektif, karena bergantung pada kemampuan dan keadaan dari masing-masing individu, sehingga akan diartikan secara berbeda oleh individu yang satu dengan yang lain. Dengan demikian persepsi merupakan proses perlakuan individu yaitu pemberian tanggapan, arti, gambaran, atau penginterprestasian terhadap apa yang dilihat, didengar, atau dirasakan oleh indranya dalam bentuk sikap, pendapat, dan tingkah laku atau disebut sebagai perilaku individu.

Berikut adalah pengertian akan Persepsi menurut beberapa ahli:

  • Menurut Bimo Walgito, pengertian persepsi adalah suatu proses yang didahului oleh penginderaan yaitu merupakan proses yang berwujud diterimanya stimulus oleh individu melalui alat indera atau juga disebut proses sensoris.
  • Menurut Slameto (2010:102) persepsi adalah proses yang menyangkut masuknya pesan atau informasi kedalam otak manusia, melalui persepsi manusia terus menerus mengadakan hubungan dengan lingkungannya. Hubungan ini dilakukan lewat inderanya, yaitu indera pengelihat, pendengar, peraba, perasa,
    dan pencium.
  • Menurut Robbins (2003:97) yang mendeskripsikan bahwa persepsi merupakan kesan yang diperoleh oleh individu melalui panca indera kemudian di analisa (diorganisir), diintepretasi dan kemudian dievaluasi, sehingga individu tersebut memperoleh makna.
  • Menurut Purwodarminto (1990: 759), persepsi adalah tanggapan langsung dari suatu serapan atau proses seseorang mengetahui beberapa hal melalui pengindraan.
  • Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia(KBBI), tanggapan (penerimaan) langsung dari sesuatu; serapan: perlu diteliti — masyarakat terhadap alasan pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak; 2 proses seseorang mengetahui beberapa hal melalui pancaindranya;

Lasswell’s Communication(7)

Kata atau istilah komunikasi (dari bahasa Inggris “communication”),secara etimologis atau menurut asal katanya adalah dari bahasa Latin communicatus, dan perkataan ini bersumber pada kata communis. Dalam kata communis ini memiliki makna ‘berbagi’ atau ‘menjadi milik bersama’ yaitu suatu usaha yang memiliki tujuan untuk kebersamaan atau kesamaan makna.. Nah, secara garis besarnya Komunikasi adalah suatu proses berbagi atau bertukar informasi. Contoh simplenya bisa seperti pada saat kita berdiskusi dengan teman, itu juga merupakan salah satu contoh berkomunikasi.

Untuk memahami pengertian komunikasi tersebut sehingga dapat dilancarkan secara efektif dalam Effendy(1994:10) bahwa para peminat komunikasi sering kali mengutip paradigma yang dikemukakan oleh Harold Lasswell dalam karyanya, The Structure and Function of Communication in Society. Lasswell mengatakan bahwa cara yang baik untuk untuk menjelaskan komunikasi ialah dengan menjawab pertanyaan sebagai berikut:Who Says What In Which Channel To Whom With What Effect?

Paradigma Lasswell di atas menunjukkan bahwa komunikasi meliputi lima unsur sebagai jawaban dari pertanyaan yang diajukan itu,yaitu:

  1. Komunikator (siapa yang mengatakan?)
  2. Pesan (mengatakan apa?)
  3. Media (melalui saluran/ channel/media apa?)
  4. Komunikan (kepada siapa?)
  5. Efek (dengan dampak/efek apa?).

Jadi, berdasarkan paradigma Lasswell tersebut, secara sederhana proses komunikasi adalah pihak komunikator membentuk (encode) pesan dan menyampaikannya melalui suatu saluran tertentu kepada pihak penerima yang menimbulkan efek tertentu.

Nah, ini rupanya Harold Lasswell. Just fyi, doi lah Harold Dwight Lasswell adalah seorang ilmuwan politik terkemuka Amerika dan teori komunikasi. Ia lahir pada tanggal 13 Februari 1902 di Illinois. Ia adalah anggota dari sekolah Chicago sosiologi dan seorang profesor Hukum di Yale University. Dia adalah Presiden dari Asosiasi Ilmu Politik Amerika (APSA) dan World Academy of Art and Science (WAAS). Bidang penelitian yang pernah dilakukan Lasswell  adalah pentingnya kepribadian, struktur sosial dan budaya dalam penjelasan fenomena politik. Dia tercatat menjadi ilmuwan yang menggunakan berbagai pendekatan metodologis dan kemudian menjadi standar di berbagai tradisi intelektual termasuk teknik wawancara, analisis isi, para-eksperimental teknik dan pengukuran statistik.

Okay, udah tau kan ya siapa itu Lasswell dan teori apa yang udah ia ciptakan. Di pertemuan ke-7 kali ini, kita ada sedikit bahas mengenai teori mendunia Lasswell yang masih dipergunakan dalam pembelajaran Ilmu Komunikasi sampai hari ini..

  1. Who (Siapa)
    Dari pertemuan kemarin, Pak MRG juga menjelaskan apa yang dimaksud dengan Who dalam teori Lasswell. Who atau Siapa yang dimaksud adalah si Komunikator. Si Komunikator memiliki suatu ide dan ketika bergabung dengan suatu Kreativitas, maka akan terjadilah suatu Wujud Komunikasi yang kemudian diaplikasikan melalui faktor-faktor yang lainnya.
  2. What (Apa)
    What atau Apa yang ada dalam teori Lasswell adalah isi pesan atau isi dari pesan itu sendiri. Kalo menurut pertemuan kemarin sih, isi dari komunikasi biasanya berasal dari ide-ide yang tematik. Contoh simplenya, kemarin komunikasi terjadi di kelas ketika pelajaran berlangsung membahas teori Lasswell. Ide tematik di sini adalah teori Lasswell.
  3. Which (Media)
    Which dalam teori Lasswell adalah Media atau Channel. Media apa yang kita gunakan agar komunikasi dapat terjadi secara maksimal. Kalau dalam model pembelajaran kita, contoh media yang kita gunakan adalah WordPress. Dengan WordPress kita bisa mengekspresikan apa yang ada dalam pemikiran kita melalui tulisan.
  4. Whom (Komunikan/dengan Siapa?)
    Salah satu faktor yang penting dalam berkomunikasi adalah dengan siapa kita berkomunikasi. Dalam hal ini, Komunikasi yang baik akan terjadi apabila si Komunikan memiliki akal pemikiran atau logika yang sehat. Apabila si Komunikan memiliki gangguan dengan Logisnya, tentu saja itu menjadi salah satu hambatan dalam penyampaian informasi.
  5. Effect (Dengan dampak/efek apa)
    Dalam bagian ini, Effect adalah hasil dari sebuah komunikasi yang terjadi. Pengaplikasiannya adalah melalui Respon.

Naaah, cukup sekian review untuk Chapter 7th ini. Tulisan di atas adalah apa yang gue tangkap pada saat pembelajaran di Minggu lalu. Have good day then, ciao!!

PRESEPSI DALAM KOMUNIKASI (sesi 6)

Memang sebuah Persepsi mempengaruhi tingkah laku seseorang..

TEMPAT BELAJAR ILMU KOMUNIKASI

persepsi2 Review :

Dalam pertmuan kali ini MRG juga menyampaikan 6 contoh aplikasi tentang “PRESEPSI” yang membahasnya dalam pertemuan ke 6 (Pengantar Ilmu Komunisi) Kelas PR K03.

Pendahuluan

Presepsi adalah pandangan hak individual yang sangat konkrit setiap manusia dimana dan kapan saja. Presepsi itu mampu membuat manusia menentukan pilihan pandangan hidupnya. Presepsi mampu memotivasi manusia untuk melakukan apapun yang ia rasa bahwa keputusannya adalah yang terbaik.  Persepsi adalah esensi komunikasi itu sendiri, yang terus menerus menuju posisi pembenaran dengan mengujinya melalui interaksi dengan lingkungannya. Oleh karena itu persepsi dianggap sebagai energi yang sangat kuat untuk membuat manusia berinteraksi dengan orang-orang yang memiliki kesamaan pandangan. Manusia akan menentukan pesan mana yang dianggap penting dan pesan mana yang dianggap tidak menguntungkan sehingga diabaikan. Semakin tinggi derajat kesamaan persepsi individu, semakin sering berinteraksi dan berkomunikasi.

Perhatikan buku  : Larry A. Samovar dan Richard E. Porter_Larry A. Samovar dan Richard E. Porter yang mengemukakan 6 unsur budaya yang secara langsung mempegaruhi…

View original post 308 more words

Persepsi (6)

This is it! Ini adalah pertemuan ke-6 dengan pak Ranto. Kali ini kita bahas masalah Persepsi dalam proses berkomunikasi.. Namanya juga Persepsi, kali ini pikiran kita dibuat melayang ke mana-mana nih…. Well, sebenarnya apa ya pengertian dari Persepsi itu sendiri? Oke, berikut gue punya beberapa pengertian dari beberapa sumber yang berbeda.

  • Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia(KBBI), Persepsi adalah (1)tanggapan(penerimaan) langsung dari sesuatu; (2)proses seseorang mengetahui hal melalui pancainderanya.
  • Menurut Wikipedia, Persepsi (dari bahasa Latin perceptio, percipio) adalah tindakan menyusun, mengenali, dan menafsirkan informasi sensoris guna memeberikan gambaran dan pemahaman tentang lingkungan.
  • Menurut Joseph A. Devito, Persepsi ialah proses menjadi sadar akan banyaknya stimulus yang memengaruhi indra kita.

Coba perhatikan beberapa contoh gambar di bawah ini ya…

Image result for perception images      perception

Hayo… Apa yang kalian lihat dari masing-masing gambar? Bergerak gak ya gambarnya? Itu gambar cawan atau dua wajah yang saling berhadapan ya? Gotcha!! Secara gak sadar, kalian baru aja ngelakuin yang namanya Persepsi, guys! Persepsi sendiri secara simple-nya adalah perkiraan atau gambaran akan suatu hal. Cuma biasanya, masing-masing orang memiliki Persepsi nya yang berbeda-beda. Mereka yang pernah merasakan suatu hal sebelumnya pasti akan memiliki Persepsi yang berbeda dengan mereka yang belum pernah merasakan sebelumnya. Contoh simplenya aja kayak anak kecil yang pernah gak sengaja kena panasnya lilin, next time dia pasti gak bakalan lagi mau sentuh-sentuh lilin sembarangan.

Proses Persepsi ternyata gak mengenal batasan usia ya.. Selama manusia tersebut memiliki logis yang sehat, tentu sebelum melakukan sesuatu ia akan memiliki daya tafsir atau Persepsi.. Seperti yang pak Ranto jelaskan, “Presepsi itu mampu membuat manusia menentukan pilihan pandangan hidupnya. Presepsi mampu memotivasi manusia untuk melakukan apapun yang ia rasa bahwa keputusannya adalah yang terbaik.

So, kalian lebih sering untuk nebak-nebak yang negatif atau yang positif nih?!

7 Tradisi Dalam Ilmu Komunikasi (1)

Pembahasan Mata Perkuliahan Pengantar Ilmu Komunikasi perdana saya hari ini adalah mengenai Tradisi Dalam Ilmu Komunikasi. Sebelum masuk pada pembahasan mengenai Tradisi Ilmu Komunikasi, ada sedikit cerita yang mungkin dapat menggambarkan bagaimana proses awal dari suatu Komunikasi itu berlangsung..

Pada suatu hari ada seorang laki-laki yang menetap di hutan dan ia sedang berusaha memindahkan sebuah batu besar, ia berusaha dengan sekuat tenaga namun tetap saja ia gagal untuk memindahkan batu besar tersebut. Pada saat yang pas, lewatlah seseorang yang nampak dirinya sama seperti dirinya sendiri. Ia mulai berpikir mungkin orang itu dapat membantu dirinya. Ia mulai mencari cara bagaimana caranya supaya orang itu menghampiri dirinya. Ia pun mulai menggerakkan tangannya seperti memanggil, lalu datanglah orang itu menghampirinya. Setelah orang tersebut menghampiri dirinya, iapun memberikan bahasa isyarat kepada orang tersebut untuk bersama mendorong batu besar itu. Setelah berapa lama akhirnya orang tersebut pun mengerti akan bahasa isyarat yang ia sampaikan dan mereka pun bekerja sama untuk mendorong batu besar tersebut dan akhirnya batu besar itu dapat berpindah..
Mereka mereka sangat senang karena tujuan mereka tercapai. Kemudian mereka berdua duduk bersama beristirahat, saling mencoba mengerti satu-sama lain sampai pada akhirnya mereka berdua membuat suatu kesepakatan di mana mereka saling berjanji untuk membawa keluarga masing-masing untuk hidup bersama pada suatu tempat. Kesepakatan itu pun terealisasi, mereka hidup bersama menetap pada satu wilayah, dan dengan berjalannya waktu mulai tercipta tradisi atau budaya baru seperti bahasa dan gerak tubuh. Selain itu mereka juga menciptakan keturunan sehingga terciptalah sebuah Komunitas Budaya yang baru atau Social Culture.

Dari contoh cerita di atas, dapat kita simpulkan bahwa ada tradisi dalam berkomunikasi. Berikut adalah 7 Tradisi yang ada pada Ilmu Komunikasi:

  1. Tradisi Sosio-Psikologi 
    Psikologi Sosial memberi perhatian akan pentingnya interaksi yang mempengaruhi proses mental dalam diri individu. Aktivitas komunikasi merupakan salah satu fenomena psikologi sosial seperti pengaruh media massa, propaganda, atau komunikasi antar personal lain.
    Efek utama yang diukur adalah perubahan pemikiran yang dinyatakan dalam bentuk skala sikap baik sebelum maupun sesudah menerima pesan. Dalam hal ini kredibilitas sumber amat sangat menarik perhatian.Adadua jenis dari kredibilitas, yaitu keahlian (expertness) dan karakter (character). Keahlian dianggap lebih penting daripada karakter dalam mendorong perubahan pemikiran.

Contohnya bisa diambil dari kisah di atas yaitu, pada saat orang pertama meberikan sebuah bahasa isyarat kepada orang yang kedua dan orang kedua pun mengikuti intruksi dari orang yang pertama maka di situlah tradisi Komunikasi sebagai Tradisi Sosio-Psikologi atau Komunikasi sebagai pengaruh antar pribadi terjadi. Karna orang yang kedua terpengaruh atas bahasa isyarat yang di berikan oleh orang yang kedua.

  • Tradisi Sibernetika, komunikasi sebagai pengolahan informasi.
    Ide komunikasi untuk memproses informasi dikuatkan oleh Claude Shannon dengan penelitiannya pada perusahaan Bell Telephone Company. Dalam penelitian tersebut diketahui bahwa informasi hilang pada setiap tahapan yang dilalui dalam proses penyampain pesan kepada penerima pesan. Sehingga pesan yang diterima berbeda dari apa yang dikirim pada awalnya. Bagi Shannon, informasi adalah sarana untuk mengurangi ketidakpastian. Tujuan dari teori informasi adalah untuk memksimalkan jumlah informasi yang ditampung oleh suatu sitem. Dalam hal ini, gangguan (noise) mengurangi jumlah kapasitas informasi yang dapat dimuat dalam suatu sistem.Shannon mendeskripsikan hubungan antara informasi, gangguan (noise) dan kapasitas sistem dengan persamaan sederhana, yaitu : kapasitas sistem = informasi + gangguan (noise).
  • Tradisi Retorika, komunikasi sebagai seni berbicara di depan publik.
    Ada enam keistimewaan karakteristik yang berpengaruh pada tradisi komunikasi retorika, yaitu:
  • Sebuah keyakinan yang membedakan manusia dengan hewan dalam kemampuan berbicara.
  • Sebuah kepercayaan diri dalam berbicara didepan umum dalam sebuah forum demokrasi.
  • Sebuah keadaan dimana seorang pembicara mencoba mempengaruhi audiens melalui
    pidato persuasif yang jelas.
  • Kecakapan berpidato adalah landasan dasar pendidikan kepemimpinan.
  • Sebuah tekanan pada kekuasaan dan keindahan bahasa untuk merubah emosi orang dan menggerakkannya dalam aksi.
  • Pidato persuasi adalah bidang wewenang dari laki-laki.

Contoh yang sangat nyata dari ke-enam karakteristik adalah Pidato Persuasi yang kerap dilakukan oleh Adolf Hitler dan Ir Soekarno pada jamannya. Bagaimana pidato mereka sangatlah berpengaruh bagi rakyat dan para pengikutnya.

  • Tradisi Semiotika, komunikasi sebagai proses pertukaran makna sebuah simbol.
    Perkembangan pola pikir manusia merupakan sebuah bentuk perkembangan yang mendasari terbentuknya suatu pemahaman yang merujuk pada terbentuknya sebuah makna. Apabila kita amati, kehidupan kita saat ini tidak pernah terlepas dari makna, persepsi, atau pemahaman terhadap apapun yang kita lihat. Sekarang kita lihat benda-benda yang ada di sekeliling kita. Contohnya seperti sign board yang bergambarkan tanda “dilarang parkir”. Mengapa simbol itu dimaknai sedemikian rupa? Kajian keilmuan yang meneliti mengenai simbol atau tanda dan konstruksi makna yang terkandung dalam tanda tersebut dinamakan dengan Semiotik.
  • Tradisi Sosio-Kultural, komunikasi sebagai sarana terciptanya suatu realitas sosial.
    Edward Sapir
    dan Benjamin Lee Whorf dari University of Chicago adalah pelopor tradisi sosio-kultural. Dalam hipotesis penelitian mereka, linguistik adalah bagian dari struktur bentuk bahasa budaya yang berdasarkan apa yang orang pikirkan dan lakukan. Dunia nyata terlalu luas dan secara tidak sadar terbentuk pada bahasa kebiasaan (habits) dari kelompok. Teori linguistik ini berlawanan dengan asumsi bahwa semua bahasa itu sama dan kata hanya sarana netral untuk membawa makna. Bahasa sebenarnya adalah struktur dari persepsi kita akan realitas. Teori dalam tradisi ini mengklaim bahwa komunikasi adalah hasil produksi, memelihara, memperbaiki dan perubahan dari realitas. Dalam hal ini, tradisi sosio-kultural menawarkan membantu dalam menjembatani jurang pemisah budaya antara “kita” dan “mereka”.
  • Tradisi Kritis, komunikasi sebagai hasil dari perefleksian sebuah wacana.
    Tradisi ini berangkat dari asumsi teori-teori kritis yang memperhatikan terdapatnya kesenjangan di dalam masyarakat. Proses komunikasi dilihat dari sudut pandang kritis. Komunikasi dianggap memiliki dua sisi berlawanan, dimana disatu sisi ditandai dengan proses dominasi kelompok yang kuat atas kelompok masyarakat yang lemah. Pada sisi lain, aktivitas komunikasi mestinya menjadi proses artikulasi bagi kepentingan kelompok masyarakat yang lemah.
    Tradisi kritis muncul di Frankfurt School Jerman, yang sangat terpengaruh dengan Karl marx dalam mengkritisi masyarakat. Dalam penelitian yang dilakukan Frankfurt School, dilakukan analisa pada ketidaksesuaian antara nilai-nilai kebebasan dalam masyarakat liberal dengan persamaan hak seorang pemimpin menyatakan dirinya dan memperhatikan ketidakadilan serta penyalahgunaan wewenang yang membuat nilai-nilai tersebut hanya menjadi isapan jempol belaka. Kritik ini sangat tidak mentolelir adanya pembicaraan negatif atau akhir yang pesimistis.
  • Tradisi Fenomenologi, komunikasi sebagai pengalaman diri melalui dialog atau topik.
    Inti dari tradisi fenomenologi adalah mengamati kehidupan dalam keseharian dalam suasana yang alamiah. Tradisi ini berupaya memberi arti terhadap berbagai fenomena yang menempatkan diri pada kesadaran. Istilah phenomenon sendiri mengacu pada kemunculan sebuah benda, kejadian, atau kondisi yang dilihat. Stanley Deetz menyimpulkan tiga prinsip dasar fenomenologi (Littlejohn & Foss 57); Pertama, pengetahuan ditemukan secara langsung dalam pengalaman sadar. Kemudian, makna benda terdiri atas kekuatan benda dalam kehidupan seseorang/ Terakhir, bahas merupakan sebuah kendaraan makna.Tradisi fenomenologis memiliki beberapa varian, di antaranya adalah Fenomenologi Klasik yang dipelopori oleh Edmund Husserl. Husserl percaya bahwa kebenaran hanya bisa didapatkan melalui pengarahan pengalaman, tapi kita juga harus mengetahui bagaimana pengalaman kita bekerja. Selanjutnya adalah Fenomenologi Persepsi yang berupaya melawan obyektivitas sempit Husserl dalam fenomenologi klasiknya. Terakhir adalah Fenomenologi Hermeneutik yang dipelopori oleh Martin Heidegger dengan landasan filosofis yang juga biasa disebut dengan hermeneutic of dasein yang berarti suatu “interpretasi keberadaan”.